Tuan Kelly
Penulis: Sanimala B
“Hormat bagimu, Tuan
Kelly ...”
Bagimu, hidup adalah
perjuangan, mati adalah keuntungan. Setiap hari kami menepi untuk rehat sejenak, hanya
kalimat itu yang kuingat. Dan setiap kali mengingatnya, kuingat lelaki kurus
tinggi itu. Lelaki mantan guru itu. Lelaki pemilik pangkat “Separatis” dan
“Pahlawan” itu. Dia kami sebut Kelly.
Kelly yang kumaksud adalah Jenderal Kelly Kwalik.
Tajam matanya bagai elang. Menerobos belukar dan belantara
hingga ke balik bukit. Cerdik. Berani. Yang paling kusukai: sadar bahwa dirinya
Papua. Kesadarannya ia bungkus dengan baju lusuh yang membungkus badan
kerempeng. Dengan senjata di pundak, kesadaran memaksanya menderita.